Ritsleting, Resleting, Sleting

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), tulisan baku salah satu aksesoris penyambung dua sisi bahan baju, tas, sepatu, tenda, dll itu adalah ritsleting. Serapan dari bahasa Belanda ritssluiting (Jones, 2008, hlm. 267) Penemunya, adalah orang Amerika bernama Elias Howe, yang juga menemukan mesin jahit. Pak Howe memegang patennya sejak 1851 dengan nama asli paten “Automatic Continuous Clothing Closure”. Ini bisa kita temukan di blog perpustakaan Smithsonian asal Amerika Serikat.

Dicuplik dari laman wikipedia, Jepang menghasilkan 68% dari seluruh ritsleting dunia. Sebagian besar daripadanya dibuat oleh YKK. Dan hampir semuanya dibuat di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. YKK sendiri merupakan singkatan dari Yoshida Kogyo Kabushikikaisha, yang artinya PT. Yoshida Industri yang diberdiri pada tahun 1934 di Tokyo. Yoshida sendiri merupakan nama pendirinya, Tadao Yoshida. Aku sendiri pernah factory visit ke pabriknya di Cimanggis, berkeliling melihat beberapa proses produksi dan mencoba berbagai macam ritsleting selain produk lain dari YKK seperti perekat (kita lebih mengenanya dengan merk dagang Velcro).

o Anatomi ristleting
Seperti halnya tubuh, satu hal yang perlu kita pelajari dari sesuatu adalah anatominya atau bagian-bagiannya. Ritsleting, atau lidah kita lebih mudah mengucapkannya sebagai resleting, memiliki anatomi sebagai berikut.

Foto dan keterangan diambil dari buku Tas Handmade dari A ke Z oleh Indarwati Ayaran (Indie Publishing, cetakan kedua April 2017)

o Gigi
Gigi, seperti bagan di atas, adalah bagian yang tugasnya membuka dan menutup dua sisi bahan, dengan dorongan dari slider dan puller. Yang banyak kita jumpai dan pakai di pasaran, kita kenal gigi plastik. Atau lebih tepatnya coil. Selain itu, kita kenal juga gigi metal, seperti yang biasa diaplikasikan di celana denim. Atau vislon standar, seperti yang dipakai di jaket. Selain itu, ada pula gigi jenis vislon metallix dan vislon metalux. Dua jenis terakhir giginya lebih kecil-kecil daripada vislon standar. Dan khusus metallix, warnanya lebih glossy, mewah daripada metalux. Warna bermacam-macam,. Antique gold, silver, antique brass, matte black, gold, dll.


Yang membedakan selain bahan dan warna, pada gigi kita jumpai juga banyak variasi ukuran. Dari yang terkecil untuk sepatu boneka Barbie, sampai tenda anti bocor. Pada ranah tas handmade, yang paling sering dipakai adalah ukuran 3 dan 5. 3 untuk kantong dalam atau pouch, 5 untuk bukaan utama. Tas ransel biasanya memakai ukuran 8, atau tergantung model.

o Kepala ritsleting
Dengan bahan gigi yang berbeda tentu saja bentuk kepala ritsletingnya pun berbeda. Perhatikan kepala gigi metal (B dan C) yang lebih lebar dibanding kepala gigi coil (A dan D) Meski ukuran keduanya sama. Kepala ristleting vislon juga berbeda.

   

Selain bentuk kepala (slider), posisi slider dan bukaan pun bisa berbeda. Kepala ristleting yang bisa dipasangkan di bagian bawah dan atas daun ritsleting, berbeda dengan kepala yang hanya bisa dipasangkan di bagian atas daun ritsleting saja. Demikian sekilas tentang ritsleting.
So,.. sudah mengenal ritsletingmu sekarang? 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *