Mesin Jahit untuk Pemula

Mesin jahit untuk pemula, bagusnya yang highspeed (mesin besar/industri), portable, atau blackhead?

Sebagai penjual dan pemakai mesin jahit, aku sering mendapat pertanyaan dari teman2 soal mesin jahit yang cocok.

“Untuk pemula, bagusnya yang mana, Bun?”
Atau..,”Merk S tipe ini sama merk J tipe ini bagusan mana, Bun?”

Aku tersenyum, lalu mencoba memberikan opini berdasarkan pengalamanku yang terbatas. Yang kusebut terbatas ini tentu jika dibandingkan dengan penjual dan pemakai mesin jahit yang sudah malang melintang belasan bahkan puluhan tahun.

Kenapa harus selalu kutekankan soal penjual dan pemakai? Karena penjual belum tentu pemakai. Spesifikasi bisa dihafalkan luar kepala oleh seorang penjual. Tapi hanya pemakai yang benar-benar bisa merasakan sensasi lebih kurang dari sebuah merk dan tipe mesin jahit. Yang juga memegang peranan penting di sini adalah persepsi kita terhadap sebuah brand. Mengabaikan hal tersebut–yang kadang bisa subyektif sekali–mari kita lihat masing-masing kelebihan dan kekurangan dari jenis2 mesin jahit yang hendak kita miliki.

Satu hal yang harus kita camkan juga adalah, membeli mesin jahit, hendaknya sesuaikan dengan kebutuhan dan budjet. Nyaris mirip dengan membeli dadget. Beli yang canggih tapi tak bisa kita manfaatkan fiturnya ya buat apa? Tapi mesin jahit juga tak seperti dadget yang perkembangannya gila-gilaan. Contohnya Mesin jahit portable Janome LR1122 yang kumiliki nyaris 9 tahun lalu masih asyik aja digenjot. Dan fitur jenis2 jahitan standar bawaannya masih tak ketinggalan jaman.

Berikut kelebihan dan kekurangan 3 jenis mesin jahit berdasarkan kapasitasnya; Highspeed, portable, n blackhead alias si kepala hitam jadul.

HIGHSPEED kelebihannya:
1. lebih tahan presure. mau digeber 24 jam 7 hari seminggu bisa krn didesain untuk industry/produksi.
2. lebih mampu dipakai menjahit bahan tebal.
3. lebih mampu dipakai menjahit bahan tipis , licin, atau melar meski tanpa ganti jarum khusus (blue tips needle). Cukup jarum ukuran kecil. (9 atau 11)
4. bisa dipasangi benang jins (tebal atau benang 20/40) katun maupun nilon.

Kekurangan highspeed:
1. Tidak moveable (tidak bisa dibawa kemana-mana)
2. Konsumsi daya (watt) lebih besar
3. Jenis jahitan hanya lurus.
4. Kecepatan tinggi, sangat tidak familiar bagi kebanyakan pemakai mesin jahit sehingga perlu waktu untuk beradaptasi.

MJ PORTABLE kekurangannya:
1. Karena base on hobby, tidak didesain untuk bekerja under pressure. Daya tahan jangka panjang jika digeber pemakaiannya akan kalah dibanding mj highspeed.
2. Tidak semua mampu menjahit tebal. Meski ada klaim heavy duty, sebaiknya dicoba sampai seberapa mampu menjahit tebal dan perhatikan bahan body. Bandingkan dengan MJ kelas yang sama.
3. Pada beberapa merk n tipe mj, mampu menjahit tebal juga bahan melar dan licin serta tipis seperti siffon. Tapi beberapa merk dan tipe mensyaratkan jarum khusus (blue tip needle). Kenali lebih dulu saat hendak membeli.
4. Harus disetting ulang agar bisa dipakai menjahit dengan benang tebal. Beberapa merk n tipe bahkan tidak mampu jika diberi benang tebal meski sudah disetting.

Kelebihan MJ portable:
1. Moveable. Bisa ditenteng kemana2. Untuk keperluan ini, pastikan mj menyediakan hard cover sehingga mampu melindunginya dari benturan saat dibawa jalan.
2. Konsumsi daya lebih rendah dr highspeed kisarannya 60-80 watt (kalau nggak salah) tergantung merk n tipe mj nya.
3. Ada yang digital dan manual. Digital harga lebih mahal, fitur lebih beragam, dan butuh sentuhan halus dibanding mj portable manual.
4. Fitur disesuaikan dengan fungsi utama: standar (pola jahitan biasanya sedikit, sekitar 12 pola), decorative (jenis/pola jahitan lebih banyak), quilting (menyediakan fitur2 khusus yang dibutuhkan utk craft quilting).
5. Kecepatan lebih rendah dibanding higspeed , jadi lebih mudah dioperasikan oleh seorang pemula.
6. Berdasarkan letak bobbin, dibagi menjadi 2. Bobbin atas n bobbin bawah. Bobbin bawah kekurangannya, untuk pemakaian jangka panjang akan lebih berisik (dari getaran bodynya, bukan dari mesinnya) dibanding bobbing atas. Tapi, bobbing atas, jahitannya tidak serapi bobbing bawah. seperti ada jeda sepersekian mm dari akhir jahitan ke awal jahitan berikutnya.
MJ BLACKHEAD
Mesin jahit kepala hitam, ada yang masih original pakai penggerak kaki, ada yang sudah dimodifikasi penggerak dynamo. Termasuk jenis yang tidak portable. Meski ada jenis ini yang didesain tanpa meja, jadi bisa ditenteng2 seperti mj portable baru.

Tipe ini berada di tengah2 antara highspeed n mj portable. Untuk jahit tebal2, dia biasanya lebih tahan dibanding mj portable. Tapi kekurangannya, hanya mampu menjahit lurus seperti mj highspeed.
Dengan setting khusus, selagi masih original penggerak kaki, bisa dialihkan menjadi mesin bordir–untuk yang ini Emak Ayaran belum membuktikan kebenarannya. 
Demikian, semoga bisa membantu Teman2 menentukan MJ yang tepat sesuai budjet dan kebutuhan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *