Review Mesin Jahit Janome ST24 dan CT2480lx

Review Mesin jahit Janome ST24 dan Janome CT2480lx

Pengalaman asli aku tuangkan disini. Kutulis ulang dengan beberapa penyesuaian.

Mari kita kupas satu-satu!:)

  1. Dimensi, sama. Dengan ukuran mesin 21lx38tx46p cm, CT dan ST termasuk langsing. Boxnya yang nggak berlebihan pun bikin dia enak kalau dibawa jalan. Pulang kampung, misal. Masukkan ke roof box, aman, nggak makan tempat. Kenapa ini penting buatku terutama, karena portable artinya dia wajib memenuhi syarat mudah dipindah/dibawa. Artinya, ukuran nggak makan tempat is a must!
  2. Hard cover. Cakep. Karena di bagian atas ada lubang untuk mengeluarkan si handle sehingga si MJ tetap bisa aman terlindungi saat dijinjing.

 Kenapa ini jadi concernku juga, karena pengalaman teman, bawa mesin jahitnya yang mengklaim heavy duty– tapi body dari plastic dan kavernya dari spundbon. Tidak ada hard kaver. Saat si teman lalai, merosotlah si mj dari posisi berdirinya di bagian depan motor matic. Jatuh mencium aspal, si mj bodynya ada yang pecah. Ada beberapa tombol yang lepas dan hilang. Ssebabnya jelas karena kavernya yang nggak sekaligus bertindak sebagai  body guard itu. Misal kavernya keras, mungkin aspal nggak akan langsung melukai si body mj.

  1. Pedal. Jujur, soal pedal, tak ada yang mengalahkan kecintaanku pada pedal mj Janome LR1122 yang pertama kumiliki. Putih, datar, lebih nyaman di kaki. Si CT dan ST ini seperti pedal mj yang lain, hitam, menanjak, bikin kaki cepat pegal.
  1. Desain, lebih ke soal selera. Keduanya sama beraplikasi warna biru tua. Adem. Kelihatan lebih professional dan elegan daripada adiknya yang hijau. Atau si HD1000 yang minimalis.
  1. Storage/ ruang penyimpanan aksesoris.

–          ST memiliki kekurangan. Tempatnya lebih sempit, semacam lorong buntu yang untuk membukanya harus menarik lepas si meja.

–          CT storage di bagian mejanya tanpa harus menarik lepas. Cukup dibuka tutupnya.

  1. Aksesoris yang masuk di dalam paket harga:

–          CT:

  1.  4 spul,
  2. Hem guide–>alat pembantu untuk menjahit kelim
  3. Seam reaper –>pendedel, wajib ini mah..
  4. Obeng 2 pcs–>kepakai banget.
  5. Sepatu lubang kancing–>kepakai banget, kelebihan seri CT, sama seperti ST menjahit lubang kancing dalam 1 langkah saja.
  6. Sepatu ritsleting–>suka banget sama model bawaan janome ini karena bagian bawahnya ada semacam cekungan jadi kalau dia dipakai untuk menjahit piping bisa lebih maksimal—in case kita belum punya sepatu khusus piping.
  7. Hemmer  foot–>sepatu untuk mengesom/kelim kecil.
  8. Minyak pelumas
  9. Jarum standar termasuk blue tip needle.–>blue tip needle nya ini yang sangat berguna kalau kita menjahit bahan halus semacam siffon.

–          ST-24:

  1. Pendedel
  2. 3 spul
  3. 1 bungkus isi 3 jarum
  4. Obeng 1 kecil
  5. Sepatu ritsleting, sama dengan CT ada tekukannya.
  6. Sepatu lubang kancing untuk 1 langkah.
  7. Satin Sticth foot–>kita suka menyebutnya sepatu Teflon juga karena alasnya licin sehingga untuk permukaan kain yang licin seperti satin atau siffon dia bisa meluncur manis.
  8. Blind Hem foot–>sepatu untuk mengesom/kelim.

Tambahan yang ada di paketnya, tdk tercantum di manual booknya:

  1. Sepatu ¼”–>untuk quilting
  2. Sepatu ¼”–>untuk quilting, ada sedikit perbedaan fungsi dengan atasnya.
  3. Darning foot–>sepatu untuk quilting free motion
  4. Walking foot.–> sepatu untuk quilting lurus

*catatan: beberapa bonus diberikan sesuai stok dari supplier

Kekurangan dari kedua tipe mj ini adalah tidak adanya pengatur tekanan sesuai ketebalan yang terletak di atas seperti di LR1122. Atau berupa knop putar di sebelah kiri seperti di mj Elnaku.

Kekurangan lainnya adalah knop pemutar manualnya yang tipis, yang membuat pegangan tangan kurang terasa nyaman.

Lalu setelah menilai tampilan fisik, maka bergeraklah aku untuk menguji mereka berdua. Karena nantinya kuperuntukkan menjahit tas dari bahan kanvas dan kulit sintetis, kucobalah mereka dengan keduanya. Alhamdulillah lulus, hasil maksimal. Kanvas 8 lembar dihajar mulus. Masih dengan jarum bawaan si mj, no 14. Ini jngan ditiru ya, hehe.

   Masih kurang tebal, kuambil kulit sintetis lalu kucoba 2 lapis dan 3 lapis. Lancar jaya juga. Meski masih pakai sepatu biasa. Kalau untuk percobaan tak apalah. Tapi nanti kalau dipakai beneran harus memakai sepatu roller atau Teflon biar lebih lancar jalan.

Untuk tes ini, CT24 unggul sedikit. Karena dia jalannya lebih lambat dari si ST, makan jarak stitch bisa lebih sesuai. Untuk bahan tebal, selain jarak jahitan yang disesuaikan lebih panjang, sebaiknya tekanan juga diperbesar sehingga jarum bisa dengan ‘khidmat’ menembus lapisan bahan dan benang terjalin dengan ‘khidmat’ pula.

Percobaan selanjutnya jenis-jenis stitch. Salah satu kelebihan Janome adalah penampilannya yang user friendly. Jadi misalkan kita lupa cara menyetel knop sesuai model jahitan yang kita inginkan, bahasa visualnya cukup membantu.

Percobaan lagi di bahan yang melar alias kaus. Karena aku dulu membuat boneka yang bodynya dari bahan kaus, maka punya pengalaman bahwa tak semua mj mampu menjahit bahan melar. Tapi si CT dan ST ini mampu mengahajar bahan kaos katun dengan daya melar yang bagus ini.

Masih kurang puas, kucobalah mereka pada bahan siffon yang lembut dan tipis.

Hasilnya, rapi juga jahitannya. Untuk hasil maksimal, aku menggunakan jarum blue tip. Selanjutnya ingin kucoba dengan jarum ukuran 11.

Demikian hasil mencoba dan memantabkan diri menggunakan ST-24. Semoga dia benar-benar bandel dan heavy duty .

Rumah Ayaran, Tanah Baru, 8 Jan 2016

NOTE: SUDAH HAMPIR 2 TAHUN, DAN ALHAMDULILLAH SI JANOME ST24 DAN CT2480LX BENER2 BANDEL. 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *