Jenis2 Sepatu Mesin Jahit Portable Part1

Sepatu mesin jahit memegang peranan penting dalam sebuah proses penjahitan sebagai alat untuk membantu menyelesaikan jahitan sesuai yang kita inginkan. Ada banyak jenis sepatu jahit yang beredar di pasaran. Harganya juga bervariasi tergantung tingkat orisinalitas bawaan dari merk mesin jahit sampai yang tanpa merk dan kompatibel untuk digunakan di semua merk mesin jahit.

Sebelum membeli sepatu mesin jahit, yang pertama kali perlu diperhatikan adalah peruntukannya. Untuk mesin jahit besar (highspeed) atau mesin jahit kecil (portable maupun konvensional).  Yang perlu diperhatikan untuk kedua kalinya adalah jenis bobbinnya, di atas atau di bawah. Beberapa jenis sepatu kompatibel untuk bobbing atas ataupun bobbin bawah. Namun pada sepatu-sepatu tertentu yang asli bawaan dari merk mesin jahit (misal Janome) sepatu untuk bobbin bawah dan atas berbeda.

Berikut beberapa jenis sepatu yang biasa kita gunakan:

  1. All Purpose/ Zigzag foot/Sepatu serba guna

Sepatu serba guna ini adalah sepatu yang paling banyak kita gunakan. Dengan tapak yg lebar, dia berfungsi untuk ‘memegang/menekan’ bahan. Ruang agak lebar di bagian jarum turun memungkinkan kita menyesuaikan dengan jenis jahitan yang kita inginkan, selain jahitan lurus. Tentu saja disesuaikan dengan tipe mesin jahit kita.  Misal Zigzag, bentuk dahan, semi feston, atau jenis lainnya. Tapi fungsi ini tentu tidak berlaku pada mesin jahit hitam/konvensional yang tidak memiliki fitur zigzag dan sebagainya.



2. Zipper foot/ sepatu ritsleting

Sepatu ini menempati posisi kedua tersering yang kita gunakan. Ada beberapa bentuk sepatu ritsleting yang beredar di pasaran. Sepatu ritsleting sering juga disebut sepatu sebelah, (gb.1) karena ada yang didesain hanya dengan tapak sebelah saja. Satu tapak kecil yang ada untuk menapak pada bahan, sementara sisi satunya tak bertapak difungsikan untuk sedekat mungkin mendekati gigi ritsleing. Kekurangan sepatu ristleting jenis ini adalah kita hanya bisa menjahit dari satu sisi. Tapi ada juga yang didesain untuk dua sisi. Bisa dipindah dengan cara menggeser besinya,(gb. 4 &5) bisa juga dengan memindahkan posisi pemegang sepatu ke kanan atau kekiri (gb. 3)

  1. Satin Stitch Foot

Disebut juga sepatu dekoratif karena selain untuk memudahkan ‘berjalan’ di  bahan satin yang licin (tau bahan lain sejenis misal siffon, vinil, kanvas/linen laminating) sepatu ini juga memudahkan kita untuk membuat jahitan-jahitan dekoratif (besifat hiasan). Ini dikarenakan bahannya yang dari plastic, sehingga tembus pandang. Yang membuatnya mudah berjalan di atas bahan licin semacam satin, bahan laminating, vinil, atau suede adalah plat di bawahnya.

  1. roller foot

Fungsinya nyaris sama dengan Satin foot, memudahkan menjahit di bahan2 licin seperti satin, suede, bahan laminating, siffon, kulit sintetis, juga yang melar seperti kaos. Ini dikarenakan roda di bagian bawahnya.

 

 

 

5. piping foot.

Sepatu pipa, untuk mempermudah kita menjahit bagian bisban berpipa seperti tepi tas, atau tepi sarung bantal kursi. Bagian bawahnya memiliki dua cekungan memudahkan kita memilih mau menjahit dari sebelah mana. Yang perlu diperhatikan adalah diameter pipa plastic yang kita gunakan, sudah pas kah dengan ukuran standart piping foot.

 

 

TO BE CONTINUED…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *